Tuesday, September 29, 2009

legend 1 sangkuriang

Sangkuriang In ancient times, there was the story of a daughter of the king in West Java called Dayang Sumbi.Ia have a son named Sangkuriang. boy are very fond of hunting. He was accompanied by hunting with Tumang, dog palace. Sangkuriang do not know, that dog is the incarnation of gods and also his father. One a day Tumang not want to follow his orders to pursue game. So kick out dog into the woods. When he returned to the palace, Sangkuriang told it to his mother. What a Dayang Sumbi angry when he heard the story. He accidentally hit his head with a spoon rice Sangkuriang held. Sangkuriang wounded. He was very disappointed and went get out after incident, Dayang Sumbi very sorry for himself. She was always very diligent to pray and meditate. At one time, the gods gave him a gift. He will be forever young and everlasting beauty. After years of wandering, Sangkuriang eventually intends to return to his homeland. When we got there, the kingdom has changed completely. There he met a beautiful girl, who was none other than Dayang Sumbi. Fascinated by the beauty of these women, Sangkuriang proposed. Therefore very handsome young man, Dayang Sumbi also very fascinated him. One a day Sangkuriang ask goodbye to hunt. He asked for help to straighten Dayang Sumbi headband. Dayang Sumbi surprise after seeing the scars on her husband's head. The wound was just like a wound that has left her boy wander. After a while he noticed, was the boy's face is very similar to his son's face. He became very frightened. So then he sought to thwart the efforts that the process of making a proposal. He filed two conditions. First, he asked the young man to stem the Citarum river. And second, he asked Sangkuriang to make a big boat to cross the stream. Both conditions must be met before dawn. Night Sangkuriang do meditation. With his power he mustered supernatural beings to help finish the job. Dayang Sumbi secretly peeked job. Once the job was almost complete, Dayang Sumbi ordered his troops to spread out a red silk cloth in the east of the city. As I watched the red color in the east of the city, Sangkuriang thought it was late morning. He also stopped work. He was very angry because it meant he could not meet the required conditions Dayang Sumbi. With his strength, he made the dam break. There was a great flood swept through the city. He was then kicked the big boat made. The canoe was floated and fell into a mountain called "Tangkuban Boat."
meaning:Pada jaman dahulu, tersebutlah kisah seorang puteri raja di Jawa Barat bernama Dayang Sumbi.Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu.
Ia berburu dengan ditemani oleh Tumang, anjing kesayangan istana. Sangkuriang tidak tahu, bahwa anjing itu adalah titisan dewa dan juga bapaknya.
Pada suatu hari Tumang tidak mau mengikuti perintahnya untuk mengejar hewan buruan. Maka anjing tersebut diusirnya ke dalam hutan.
Ketika kembali ke istana, Sangkuriang menceritakan kejadian itu pada ibunya. Bukan main marahnya Dayang Sumbi begitu mendengar cerita itu. Tanpa sengaja ia memukul kepala Sangkuriang dengan sendok nasi yang dipegangnya. Sangkuriang terluka. Ia sangat kecewa dan pergi mengembaraSetelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali dirinya. Ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa. Pada suatu ketika, para dewa memberinya sebuah hadiah. Ia akan selamanya muda dan memiliki kecantikan abadi.
Setelah bertahun-tahun mengembara, Sangkuriang akhirnya berniat untuk kembali ke tanah airnya. Sesampainya disana, kerajaan itu sudah berubah total. Disana dijumpainya seorang gadis jelita, yang tak lain adalah Dayang Sumbi. Terpesona oleh kecantikan wanita tersebut maka, Sangkuriang melamarnya. Oleh karena pemuda itu sangat tampan, Dayang Sumbi pun sangat terpesona padanya.
Pada suatu hari Sangkuriang minta pamit untuk berburu. Ia minta tolong Dayang Sumbi untuk merapikan ikat kepalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi demi melihat bekas luka di kepala calon suaminya. Luka itu persis seperti luka anaknya yang telah pergi merantau. Setelah lama diperhatikannya, ternyata wajah pemuda itu sangat mirip dengan wajah anaknya. Ia menjadi sangat ketakutan.
Maka kemudian ia mencari daya upaya untuk menggagalkan proses peminangan itu. Ia mengajukan dua buah syarat. Pertama, ia meminta pemuda itu untuk membendung sungai Citarum. Dan kedua, ia minta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan besar untuk menyeberang sungai itu. Kedua syarat itu harus sudah dipenuhi sebelum fajar menyingsing.
Malam itu Sangkuriang melakukan tapa. Dengan kesaktiannya ia mengerahkan mahluk-mahluk gaib untuk membantu menyelesaikan pekerjaan itu. Dayang Sumbi pun diam-diam mengintip pekerjaan tersebut. Begitu pekerjaan itu hampir selesai, Dayang Sumbi memerintahkan pasukannya untuk menggelar kain sutra merah di sebelah timur kota.
Ketika menyaksikan warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira hari sudah menjelang pagi. Ia pun menghentikan pekerjaannya. Ia sangat marah oleh karena itu berarti ia tidak dapat memenuhi syarat yang diminta Dayang Sumbi.
Dengan kekuatannya, ia menjebol bendungan yang dibuatnya. Terjadilah banjir besar melanda seluruh kota. Ia pun kemudian menendang sampan besar yang dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh menjadi sebuah gunung yang bernama "Tangkuban Perahu."

Search Engine Submission - AddMe

Continue lendo >>

thank's you

  ©WELL COME TO SAYING - Todos os direitos reservados.

Template by Dicas Blogger | Topo