legend 6 Si Sigarlaki and Si Limbat
In ancient times in Tondano there lived a mighty hunter named Sigarlaki. He is famous for its expertise pike. None of the missed targets tombakannya.
Sigarlaki have a very loyal servant named Limbat. Almost all the work ordered by Sigarlaki done well by Limbat. Although known as a powerful hunter, one day they could not get a game animal. Frustration finally culminated when the Limbat reported to her employer that the meat that they had lost at home had been stolen.
Without thinking, he directly accused Sigarlaki servant who stole their supplies of meat. The Limbat be very surprised. Never expected her employer would have the heart to accuse him as a thief.
Then ask the Sigarlaki The Limbat to prove that he did not steal. The trick is to stick Sigarlaki spear into a pool. At the same time he sent the dove Limbat. When the spear was first out of the pool means that the Limbat not steal. If the Limbat that out of the pool first then proved he had stolen.
Terms of weird that makes the Limbat fear. But after all he wants to prove himself clean. Then he went diving with spear Sigarlaki plugging.
Recently dug his spear, Sigarlaki suddenly saw a wild pig in the pond to drink. He immediately raised his spear and threw it at the boar. But it missed shot. Thus, should the Sigarlaki already lost with Si Limbat. But she asked that evidence was repeated again.
He reluctantly Limbat was eventually followed his master commands. Recently his spear stuck in the pool, suddenly Sigarlaki leg bitten by a large crab. When she screamed in pain and did not deliberately raised his spear. Thus the Limbat finally won. He managed to prove herself not to steal. Meanwhile, because of indiscriminate Sigarlaki accused, punishment of being bitten by a crab.
meaning:Pada jaman dahulu di Tondano hiduplah seorang pemburu perkasa yang bernama Sigarlaki. Ia sangat terkenal dengan keahliannya menombak. Tidak satupun sasaran yang luput dari tombakannya.
Sigarlaki mempunyai seorang pelayan yang sangat setia yang bernama Limbat. Hampir semua pekerjaan yang diperintahkan oleh Sigarlaki dikerjakan dengan baik oleh Limbat. Meskipun terkenal sebagai pemburu yang handal, pada suatu hari mereka tidak berhasil memperoleh satu ekor binatang buruan. Kekesalannya akhirnya memuncak ketika Si Limbat melaporkan pada majikannya bahwa daging persediaan mereka di rumah sudah hilang dicuri orang.
Tanpa pikir panjang, si Sigarlaki langsung menuduh pelayannya itu yang mencuri daging persediaan mereka. Si Limbat menjadi sangat terkejut. Tidak pernah diduga majikannya akan tega menuduh dirinya sebagai pencuri.
Lalu Si Sigarlaki meminta Si Limbat untuk membuktikan bahwa bukan dia yang mencuri. Caranya adalah Sigarlaki akan menancapkan tombaknya ke dalam sebuah kolam. Bersamaan dengan itu Si Limbat disuruhnya menyelam. Bila tombak itu lebih dahulu keluar dari kolam berarti Si Limbat tidak mencuri. Apabila Si Limbat yang keluar dari kolam terlebih dahulu maka terbukti ia yang mencuri.
Syarat yang aneh itu membuat Si Limbat ketakutan. Tetapi bagaimanapun juga ia berkehendak untuk membuktikan dirinya bersih. Lalu ia pun menyelam bersamaan dengan Sigarlaki menancapkan tombaknya.
Baru saja menancapkan tombaknya, tiba-tiba Sigarlaki melihat ada seekor babi hutan minum di kolam. Dengan segera ia mengangkat tombaknya dan dilemparkannya ke arah babi hutan itu. Tetapi tombakan itu luput. Dengan demikian seharusnya Si Sigarlaki sudah kalah dengan Si Limbat. Tetapi ia meminta agar pembuktian itu diulang lagi.
Dengan berat hati Si Limbat pun akhirnya mengikuti perintah majikannya. Baru saja menancapkan tombaknya di kolam, tiba-tiba kaki Sigarlaki digigit oleh seekor kepiting besar. Iapun menjerit kesakitan dan tidak sengaja mengangkat tombaknya. Dengan demikian akhirnya Si Limbat yang menang. Ia berhasil membuktikan dirinya tidak mencuri. Sedangkan Sigarlaki karena sembarangan menuduh, terkena hukuman digigit kepiting besar.
Search Engine Submission - AddMe

0 komentar:
Post a Comment