Wednesday, October 7, 2009

legend 3 aryo menak

Narrated in the era of Aryo Menak life, the island of Madura is still very fertile. The forest is very dense. Paddy fields yellowing.

Aryo Menak was a young man who is very fond of wandering into the woods. On a full moon, when he rested under a tree near a lake, saw a very bright fluorescent light on the edge of the lake. Slowly he approached the light sources. What a surprise, when she saw the seven angels in the shower and joking there.

He was fascinated by their beauty. Arises desire to have one of them. When she crept, then quickly taken a scarf from the houris.

Shortly thereafter, the angel of the shower and rushed to take their clothes. And they fly to his palace in heaven, except the youngest. The angel can not fly without a shawl. When she was sad and crying.

Aryo Menak then approached him. He pretended not to know what happened. Ask what happened to the angel. Then he said: "This may have been the will of the gods that dwell on the earth goddess for a while. Do not be sad. I'll promise to accompany and entertain you."

Angel was apparently believed by Menak Aryan speech. When she did not resist when Arya Menak offered him to stay at home Menak Arya. Next Arya Menak proposed. Apsara Itupun accepted.

Narrated, that the angel still has magic powers. He can cook a pot of rice only from a grain of rice. Arya Menak condition is not watching.

On one day, Arya Menak became curious. Rice in the barn was never diminished even though an angel to cook every day. When his wife was not home, she crept into the kitchen and his wife opened the pot to cook the rice. This makes his wife disappear magic powers.

Angel was surprised to learn what happened. From then on, he had to cook the rice from the barn Menak Arya. Itupun rice gradually diminish. On one day, the basic barn was visible. Angel surprise when he saw the missing scarf sticking. One look at the scarf, comes a desire to return to heaven. On one night, she wore all the clothes back sorganya. Her body became light, she began to fly to his palace.

Arya Menak became very sad. Because of his curiosity, the angel left her. Since then he and his descendants to eat rice abstinence
meaning;Dikisahkan pada jaman Aryo Menak hidup, pulau Madura masih sangat subur. Hutannya sangat lebat. Ladang-ladang padi menguning.

Aryo Menak adalah seorang pemuda yang sangat gemar mengembara ke tengah hutan. Pada suatu bulan purnama, ketika dia beristirahat dibawah pohon di dekat sebuah danau, dilihatnya cahaya sangat terang berpendar di pinggir danau itu. Perlahan-lahan ia mendekati sumber cahaya tadi. Alangkah terkejutnya, ketika dilihatnya tujuh orang bidadari sedang mandi dan bersenda gurau disana.

Ia sangat terpesona oleh kecantikan mereka. Timbul keinginannya untuk memiliki seorang diantara mereka. Iapun mengendap-endap, kemudian dengan secepatnya diambil sebuah selendang dari bidadari-bidadari itu.

Tak lama kemudian, para bidadari itu selesai mandi dan bergegas mengambil pakaiannya masing-masing. Merekapun terbang ke istananya di sorga kecuali yang termuda. Bidadari itu tidak dapat terbang tanpa selendangnya. Iapun sedih dan menangis.

Aryo Menak kemudian mendekatinya. Ia berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi. Ditanyakannya apa yang terjadi pada bidadari itu. Lalu ia mengatakan: "Ini mungkin sudah kehendak para dewa agar bidadari berdiam di bumi untuk sementara waktu. Janganlah bersedih. Saya akan berjanji menemani dan menghiburmu."

Bidadari itu rupanya percaya dengan omongan Arya Menak. Iapun tidak menolak ketika Arya Menak menawarkan padanya untuk tinggal di rumah Arya Menak. Selanjutnya Arya Menak melamarnya. Bidadari itupun menerimanya.

Dikisahkan, bahwa bidadari itu masih memiliki kekuatan gaib. Ia dapat memasak sepanci nasi hanya dari sebutir beras. Syaratnya adalah Arya Menak tidak boleh menyaksikannya.

Pada suatu hari, Arya Menak menjadi penasaran. Beras di lumbungnya tidak pernah berkurang meskipun bidadari memasaknya setiap hari. Ketika isterinya tidak ada dirumah, ia mengendap ke dapur dan membuka panci tempat isterinya memasak nasi. Tindakan ini membuat kekuatan gaib isterinya sirna.

Bidadari sangat terkejut mengetahui apa yang terjadi. Mulai saat itu, ia harus memasak beras dari lumbungnya Arya Menak. Lama kelamaan beras itupun makin berkurang. Pada suatu hari, dasar lumbungnya sudah kelihatan. Alangkah terkejutnya bidadari itu ketika dilihatnya tersembul selendangnya yang hilang. Begitu melihat selendang tersebut, timbul keinginannya untuk pulang ke sorga. Pada suatu malam, ia mengenakan kembali semua pakaian sorganya. Tubuhnya menjadi ringan, iapun dapat terbang ke istananya.

Arya Menak menjadi sangat sedih. Karena keingintahuannya, bidadari meninggalkannya. Sejak saat itu ia dan anak keturunannya berpantang untuk memakan nasi

0 komentar:

thank's you

  ©WELL COME TO SAYING - Todos os direitos reservados.

Template by Dicas Blogger | Topo